Aplikasi Quotex Ajang Pencucian Uang

 

Pada perubahan tehnologi sekarang ini, semua wujud kejahatan digital bisa gampang terjadi disaksikan dari deretan kasus penipuan pada beberapa saat paling akhir ini. Adapun kasus yang sudah dilakukan oleh figur punya pengaruh di tengah-tengah warga, yaitu Dono Salmanan yang dikenali sebagai influencer dan YouTuber. Namanya baru kembali tersorot belakangan ini karena tindakannya berkaitan kasus judi online, penipuan, penebaran informasi berbohong, sampai kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Disaksikan dari content YouTube atau Instaramnya, pola hidup Doni Salmanan menunjukkan keidupan yang penuh kemewahan dan kebahagiaan. Tetapi dibalik itu, Doni Salmanan lakukan beberapa perlakuan yang menjerumuskannya ke penjara berkaitan kasus pencucian uang lewat program Quotex. Di Indonesia, tindakan itu terang menyalahi hukum karena memiliki sifat ilegal dengan tawarkan jasa perdagangan asset biner digital lewat program broker trading, yakni Quotex. Program itu sebagai produk dari sebuah perusahaan broker yang tawarkan feature investasi dan trading. Walau bagaimanapun, di Indonesia Quotex masih tetap dipastikan illegal karena tidak tercatat di Kewenangan Jasa Keuangan (OJK).

Pada 8 Maret 2022 lalu, Doni Salmanan diputuskan sebagai terdakwa dalam kasus sangkaan penipuan investasi pilihan biner lewat program Quotex. Sesudah dilaksanakan penyidikan oleh Tubuh Reserse Kriminil (Bareskrim), Doni Salmanan dijumpai ajak beberapa orang menjadi anggotanya untuk bermain program Quotex. Nanti, beberapa anggota akan dibawa tergabung lewat program Telegram dengan code referal yang diberikan, hingga bisa memperoleh keuntungan dari tiap anggota yang bermain. Bila anggota kalah bermain, Doni akan mendapatkan keuntungan 80%, dan jika menang, Doni akan memperolehnya sejumlah 20%.

Dari keterangan di atas, Doni benar-benar tidak lakukan ada praktek dagang atau jual-beli karena dia cuma berperanan sebagai afiliator untuk mengenalkan program Quotex lebih luas. Makin bertambah orang yang tergabung, karena itu makin bertambah juga keuntungan yang didapatnya. Karena tindakannya, Doni Salmanan dijaring dengan pasal berlapis, salah satunya:

1. Pelanggaran Undang-Undang Informatika dan Transaksi bisnis Electronic (ITE) atau Pasal 378 KUHP;

2. Pasal 27 ayat (2) berkenaan UU Info Transaksi bisnis dan Electronic (ITE);

3. Pasal 45 ayat 1 juncto 28 ayat 1 Undang-Undang (UU) Info dan Transaksi bisnis Elekrronik (ITE);

4. pasal 5 dan pasal 10 UU No. 8 Tahun 2010 mengenai Penangkalan dan Pembasmian TPPU;

5. Pasal 3 Ayat 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 mengenai Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU);

6. Pasal 55 KUHP dan/atau Pasal 3.

Berdasar rincian berkenaan pelanggaran yang sudah dilakukan Doni Salmanan, Bareskrim Polri juga sudah mengatakan membawa Doni harus jalankan periode sanksi hukuman penjara optimal 20 tahun. Hal tersebut disebabkan karena praktek pencucian uang yang dilakukan lewat apliaksi Quotex hingga membuat beberapa orang berasa terajak atas penipuannya. Disamping itu, Doni melakukan hanya praktek investasi yang meprediksi keuntungan dan rugi. Namun, hal tersebut tidak betul dilaksanakan karena uang yang masuk dari beberapa anggota bisa menjadi keuntungan Doni seutuhnya.

Gelora Tekno