Kerja Cerdas Dalam Dunia Trading, Bukan Justru Kerja Keras


Di dalam lebih dari satu bidang usaha, Kamu kudu jadi pekerja keras. Semakin keras Kamu bekerja dan lebih tak terhitung pas yang digunakan untuk bekerja, maka semakin segudang uang yang akan Kamu hasilkan. Sebagai contoh seorang guru, semakin berlimpah jam mengajar, maka semakin segudang uang yang dihasilkan. Di dalam sebagian bidang usaha lain, Kamu bukan mesti bekerja keras. Kamu sebatas kudu bekerja cerdas. Trading – baik tersebut trading saham, forex, atau emas – adalah keliru satunya. Mengapa kami mesti bekerja cerdas di dalam trading, tidak bekerja keras?

Kerja Cerdas Di dalam Trading, Tidak Kerja Keras

Kebanyakan trader menganggap mereka perlu bekerja keras di dalam trading. Hal ini mampu dimaklumi, dikarenakan pemikiran itu merupakan bawaan berasal dari latar belakang pekerjaan mereka sebelumnya. Segudang berasal dari trader pemula adalah karyawan maupun profesional. Mereka punyai pola pikir karyawan yang merusak trading. Mereka beranggapan kudu bekerja keras di dalam trading. Semakin bekerja keras maka semakin berlimpah uang yang dihasilkan.
Trader yang beranggapan bahwa ia kudu bekerja keras di dalam trading, biasanya melaksanakan beraneka hal berikut:


1. MERASA MESTI KONSISTEN MEMANTAU PASAR

Trader kerap merasa trading yang paripurna adalah bersama dengan menatap layar software online trading tetap menerus, selama 10 jam sehari. Ia beranggapan bahwa semakin tak terhitung memantau pasar, ia akan makin “Sadar” pasar, dan semakin profit tradingnya. Faktanya, memantau pasar konsisten menerus bukan menjamin Kamu akan mempunyai hasil trading yang lebih baik dan punya lebih segudang laba. Tidak bukan kemungkinan, trader itu malah bingung dan ringan emosi menonton konvoi pasar konsisten menerus. Ketika Kamu jadi seorang trader profesional, umumnya Kamu semata-mata harus memeriksa grafik selama lebih dari satu menit hingga maksimal satu jam per hari (Jikalau Kamu jadi scalper atau day trader).


2. MERASA MESTI SELALU TRADING

Trader kerap merasa mesti selalu trading untuk memperbesar laba. Mirip layaknya pola pikir karyawan, semakin tak terhitung lembur, semakin berlimpah meraih uang. Menurutnya, laba trading berbanding lurus bersama kuantitas trading. Ini asumsi yang tidak benar. Sangat tak terhitung trading (Overtrading) malah merugikan. Besarnya profit yang didapatkan di dalam trading tidaklah bergantung terhadap kuantitas trading, namun lebih terhadap mutu trading.

Artikel ini bukan mengajak Kamu jadi seorang yang malas ya. Bagaimanapun di termin awal sebagai trader, Kamu mesti bekerja lebih keras, yaitu bersama segudang membaca buku berkenaan trading, studi analisis baik Analisis Mendasar atau Analisis Teknikal, dan sebagainya. Ini adalah termin-termin awal, dimana trader mau bukan mau mesti bekerja keras.tetapi kecuali telah terjun memadai lama sebagai trader, mestinya seorang trader bukan perlu ulang bekerja keras. Sebaliknya ia kudu bekerja cerdas.


Ketika jadi seorang trader yang cerdas, maka Kamu sebatas kudu memeriksa grafik sebentar tiap-tiap hari, menemukan peluang trading, mengambil posisi dan menetapkan keputusan keluar pasar. Hal ini berlangsung bila Kamu udah punyai Platform Trading. Bersama dengan punya Platform Trading, maka Kamu akan menghemat tak terhitung sementara, dikarenakan telah menyadari mau beli atau jual apa dan di harga berapa. Trading jadi lebih terstruktur, terencana, terarah, efektif dan efisien. Kelanjutannya tinggal membiarkan software online trading bekerja. Menjadi Kamu dapat duduk dan bersantai. Atau lebih baik ulang, kala yang tersedia mampu digunakan untuk melaksanakan hal lain layaknya memperdalam pengetahuan trading atau hal lain yang Kamu sukai!


Jangan jadi trader yang terjebak untuk bekerja keras, namun jadilah trader yang bekerja cerdas!

Gelora Tekno